Kenapa saya memberi tanda tanya di belakang judul? Karena memang jawabannya macam-macam…Kalo gajah mati, jawabannya pasti akan meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Lha kalau manusia mati meninggalkan? ya tergantung siapa yang mati. Kalau yang mati orang baik, taat beribadah maka dia akan meninggalkan kebaikan…kalau yang mati seorang yang kaya raya, dia akan meninggalkan harta, Kalau yang mati banyak hutangnya akan meninggalkan tagihan hutang…hee..
Sekarang kalau pak Harto yang mati, dia meninggalkan apa ya?
Jawabannya pasti macam-macam. Kalau ada yang menganggap pak Harto berjasa, maka bagi mereka pak Harto meninggalkan jasa. Jika ada yang merasa pernah tersakiti, maka pak Harto meninggalkan luka…tapi dia masih banyak harta gak ya untuk ditinggalkan buat anak cucunya? tanya saja sendiri…
Bagaimanapun manusia hidup, baik buruknya…jika dia meninggal maka yang hidup sepantasnya mengucap Inna lillahi wainna ilaihi raaji’un (bagi umat Islam).
Setelah manusia mati, bukan wewenang kita untuk menghakimi, karna disana ada hakim yang paling adil..yang akan menghakimi seadil-adilnya…
Selamat jalan pak Harto…anda akan melewati perjalanan baru yang panjang disana…
(mengenang wafatnya pak Harto 27 Januari 2008)