Hadirmu, begitu membahagiakan…
Aku masih ingat sesaat setelah kau hadir
tak henti syukur kupanjatkan…
Kulihat juga ayah mu dipojok ruang persalinan
begitu gugup karena bahagia atas kelahiranmu…
Perempuan mungil yang sehat
aku tak peduli bagaimana rupamu
mirip aku ibumu, atau ayahmu atau mirip siapapun
tak peduli kulitmu hitam, merah atau putih
akupun tak peduli hidungmu mancung atau tidak
yang ku syukuri kau kulahirkan sehat dan sempurna
Hari-hari yang kulalui bersamamu begitu menakjubkan
dan saat itu aku merasakan bagaimana menjadi seorang ibu
dan pasti juga itu yang dialami oleh mbah uti mu dulu
ketika melahirkan ibu…
Hadirmu yang dulu sangat kunantikan
kutunggu tiap detik kelahiranmu
kini kau kutinggalkan
demi mengejar eksistensi diri ibu dan beberapa rupiah
Mungkin ibumu ini bukan yang terbaik
walaupun berusaha baik
mungkin ibu tidak begitu mempedulikanmu
meskipun ibu sangat peduli…
ibu sangat menyayangimu,
tapi banyak orang yang menyangsikannya
ibu tak peduli…
mungkin ibu tak selihai ibu lain ketika menggendongmu
tapi ketahuilah anakku, ibu selalu berusaha menggendongmu senyaman mungkin…
ibu tak setrampil ibu-ibu temanmu untuk memandikamu
meskipun setiap saat ibu sempat memandikanmu
ibu lakukan sepenuh hati…
Ibumu memang tak luar biasa
tapi selalu kuusahakan untuk menjadi yang terbaik untukmu
maafkan ibu anakku
bukannya ibu menyia-nyiakanmu
bukan ibu tak sayang padamu…
ibu hanya butuh waktu untuk meyakinkan diri
bahwa selalu berada disisimu
sangat membahagiakan daripada meninggalkanmu…