Mengutip ungkapan salah satu dosen bahwa sebagian besar ilmuwan di Indonesia hanyalah ilmuwan tukang. Mereka bekerja dan menghasilkan karya ilmiah ataupun temuan tentang sesuatu yang berlabel “ilmiah” atas pesanan pihak tertentu bukan karena murni inisiatif mereka berdasarkan koridor keilmuan yang berlaku.
Unsur politik dan bisnis sangat mendominasi “ilmuwan tukang” dalam menghasilkan penemuan “ilmiah” mereka, dan lagi-lagi uang adalah segalanya bagi mereka. Karena uang mereka menghalalkan segala cara untuk mengklaim bahwa temuan yang mereka hasilkan adalah ilmiah, padahal hanya omong kosong dan bohong belaka dalam artian tidak memenuhi persyaratan bisa disebut ilmiah dengan motif menghancurkan lawan politik pemesan, atau menaikkan pamor pemesan atau menghancurkan lawan bisnis nya.
kalau ilmuwan saja bisa diperdagangkan karyanya untuk jalan yang tidak benar lalu bagaimana perkembangan keilmuan di negara Indonesia kedepan? apakan akan lebih menjamur ilmuwan- ilmuwan tukang baru. dan hilanglah ilmuwan sejati karena tersingkir atau bahkan beralih profesi menjadi ilmuwan tukang juga??
kalau ini terus dibiarkan bisa bahaya ini!!!