Updates from arifah RSS
-
01:39:22 am on Desember 19, 2008 |
Mungkin akhir-akhir ini saya kurang begitu mengikuti perkembangan pendidikan kita. Yah, sebuah alasan klasik sibuk atau memang saya sudah terkena virus apatis dengan apa yang terjadi di sekitar kita, kalo yang ini naudzubillah deh…karena saya masih selalu ingin punya hati nurani dan rasa empati yang tinggi…
Kemaren saya lihat berita di tv tentang demo mahasiswa di beberapa daerah yang menentang pengesahan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) menjadi
UU.UU BHP terdiri atas 69 pasal. Pasal yang dipermasalahkan yakni pasal 41 ayat 7 dan 8. Pada ayat 7 disebutkan, “peserta didik yang ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan harus menanggung biaya tersebut sesuai dengan kemampuan peserta didik, orang tua, atau pihak yang bertanggung jawab membiayainya”.
Kemudian, ayat 8 berbunyi, “biaya penyelenggaraan pendidikan sebagaimana dimaksud ayat 7, yang ditanggung oleh seluruh peserta didik dalam pendanaan pendidikan menengah berstandar pelayanan minimal untuk mencapai standar nasional pendidikan pada Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP) atau Badan Hukum Pendidikan Pemerintah Daerah (BHPPD), paling banyak sepertiga dari biaya operasional”.
Dari dua pasal diatas saya melihat adanya pembebanan biaya pendidikan kepada siswa/mahasiswa. Dan itu akan memberatkan orang tua siswa/mahasiswa.
Kalau pendidikan kita seperti ini, trus kapan seluruh rakyat indonesia bisa mendapatkan pendidikan dengan baik. Akhirnya yang akan terjadi siapa yang punya uang bisa sekolah yang gak punya? gak boleh sekolah?
Mungkin untuk pendidikan dasar dan menengah bisa sekolah bebas SPP di sekolah negeri yang terbatas jumlah dan daya tampungnya. Trus kalo mau kuliah, apa ada perguruan tinggi negeri yang gratis? sekarang saja rata-rata SPP/ semester di PTN 1,5 juta. Lalu yang gak mampu bagaimana?
Kenapa pemerintah ini semakin lama semakin menyiksa rakyat? Kalau negara ini mau maju, berikan pendidikan murah atau bahkan gratis untuk rakyat kita.
-
01:39:57 am on Desember 16, 2008 |
Hampir 2 bulan saya gak pernah ngisi di blog ini. boro-boro ngisi blog…lha wong bula internet aja nggak.. maklum saya bekerja di bagian pelayanan dan saya baru saja pindah bagian karena menggantikan teman yang hamil tua. dan disini gak ada fasilitas internet-nya.
Kebetulan kmaren ada tambahan komputer trus saya minta bagian IT nya untuk kasih akses internet dan alhamdulillah dikabulkan…
mudah-mudahan pemberian fasilitas ini nambah manfaat buat saya dan teman-teman di bagian ini. Amiin..
-
01:55:57 am on Oktober 21, 2008 |
Hari minggu Aryo masih bermain bersama nadhira, karena tempat tinggal kita saling bersebelahan. Jadi mulai bangun tidur nadhira sudah bermain bersama teman kecilnya aryo sambil menunggu air panas untuk mandi. (More …)
-
07:12:05 am on Oktober 13, 2008 |
Selepas jogging mengelilingi kompleks tempat tinggalnya, andy mengeluarkan mobilnya yang baru dari garasi. Sebuah sedan sporty buatan Eropa yang sejak lama di idam-idamkan. Beberapa saat kemudian ia masuk rumah untuk ganti pakaian. alangkah kagetnya ketika keluar lagi tampak teddy anaknya yang baru berumur lima tahun asyik mencoret-coret body mobil itu dengan penggaris. Mobil yang mulus itupun beret-beret. Melihat itu andy kehilangan akal sehatnya. tangan si kecil dipukul berkali-kali dengan penggaris yang ada.
Minggu yang cerah seketika berubah jadi neraka bagi keluarga muda ini. Sang bocah menjerit-jerit kesakitan mendapat hukuman dari ayahnya. Sang mama yang lagi asyik du dapur tergopoh-gopoh ke depan, histeris melihat tangan teddy berlumuran darah. Sementara sang ayah terlihat bengong tak tak menyadari apa yang sudah terjadi.
Singkat cerita, teddy lalu dibawa ke Rumah sakit. Meski dokter berusaha semaksimal mungkin mengobati jari si bocah, akhirnya gagal sehingga jari itu harus diamputasi.
Setelah siuman dari operasi, teddy heran melihat jari telunjuknya tak tampak. wajahnya yang tanpa dosa menatap sang ayah disisi tempat tidurnya, “yah, maafkan teddy ya soal mobil itu,” ujarnya lirih,”tapi kapan ya yah jari teddy tumbuh lagi?”
Menyaksikan anak yang dicintainya merintih seperti itu, hati andy terasa diremas pilu. Digayuti perasaan bersalah, ia sampai menderita depresi berat.
Terlalu sering kita gagal menyadari perbedaan antara orang dan tindakannya. Manusia bisa salah. Namun tindakan yang kita lakukan dalam kemarahan akan menghantui hidup selamanya.
Austin O’Malley, seorang dokter kejiwaan merika serikat yang tersohor dengan bukunya Keystones of Tought pernah mengatakan, “Jikalau bergaul dengan anak-anak, janganlah sampai kehilangan akal. Duduklah di lantai bersama mereka.” Anak-anak dilahirkan tidak hanya untuk kita didik dan besarkan, melainkan juga untuk mendidik dan menguji kita sebagai orang tua.
Mobil rusak bisa diperbaiki, tapi tulang patah dan hati terluka sulit disembuhkan.
(diambil dari kolom Lentera majalah Intisari edisi oktober 2008)
-
02:04:48 am on September 26, 2008 |
Hari ini terakhir kerja sebelum liburan menjelang Lebaran… Saya sudah merasakan hawa idhul fitri yang kurang 5 hari lagi. Dan yang lebih seru acara mudik semakin dekat… (More …)
-
07:22:22 am on September 11, 2008 |
Suatu waktu saya dan suami harus pulang ke Ponorogo karena bapak saya masuk Rumah sakit. Kami memutuskan naik sepeda motor. Biar lebih cepat sampai tujuan denga biaya yang murah. Sampai di perbatasan nganjuk-madiun (tidak ada rumah penduduk disana) kami mengalami kecelakaan, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un… (More …)
-
06:53:11 am on September 11, 2008 |
Terkadang kita merasa Alloh tidak sayang pada kita, karena apa yang kita minta tidak dikabulkan… Kita minta kaya tapi malah kemiskinan yang kita terima. Kita minta anak yang sholeh dan sholehah tapi justru anak-anak kita susah diatur. Kita minta diberi kesehatan, malah diberi penyakit yang gak sembuh-sembuh… (More …)
-
01:17:35 am on September 1, 2008 |
Waktu kecil dulu kehadiran bulan Ramadhan begitu saya nanti-nanti. Karena pasti akan tersedia menu spesial untuk buka dan makan sahur. Salah satu menu wajib saat ramadhan adalah serundeng. Dibuat dari kelapa, warna coklat karena dikasih gula merah, plus daging sapi….wah…rasanya nikmat banget… rasanya puasa belum lengkap tanpa serundeng…itu dulu…(dan sampai sekarang saya belum bisa buat serundeng sendiri,hee..)
Tapi setelah dewasa bahkan berkeluarga, kehadiran Ramadhan terasa biasa-biasa saja… saya heran kenapa ya? padahal seharusnya saya lebih bisa mengisi Ramadhan dengan ibadah yang plus…tapi kok malah hambar rasanya…
Apa karena Puasa, taraweh, tadarrus, shodaqah dan ibadah lain di bulan Ramadhan hanya jadi ritual saja buat saya tanpa saya bisa mengambil hikmah dibalik semua? Sudah rapuhkah iman saya sehingga sudah tidak bisa lagi menyambut Ramadhan dengan rasa yang berbeda?
Yaa.. Alloh ampunilah hamba… jadikan Ramadhan tahun ini lebih berarti buat hamba dan keluarga hamba…Amin..
Buat kaum muslim semua…selamat menjalankan ibadah Ramadhan, semoga Kehadiran Ramadhan tahun ini tidak sia-sia…
-
01:11:16 am on Agustus 15, 2008 |
Hampir bisa dipastikan, kita sering bersentuhan dengan barang yang terbuat dari plastik. Bahan sangat populer karena ringan, murah dan tidak mudah rusak (bandingkan dengan kertas).
Namun walu kelihatan sama, plastik terbuat dari bahan yang berbeda untuk keperluan yang berbeda pula. Dan produsen yang baik akan mencantumkan simbol di kemasan/produk plastiknya. Seperti yang disampaikan oleh Akuinginhijau : (More …)
-
06:54:13 am on Agustus 14, 2008 |
Di usia nya yang 15 bulan. Nadhira tumbuh menjadi gadis cilik yang sehat, ceria, dan juga keras kepala…
Bangun tidurnya hampir jarang menangis. Nadhira bangun antar jam 4-5 setiap pagi. Kalau dia mendapati ayah-ibu nya masih tidur, dia akan membangunkan dengan sentuhan tangannya yang mungil, tak jarang juga sambil teriak-teriak… sayapun langsung terbangun merasakan sentuhannya… paling kata-kata pertama yang saya ucapakan buat dia “wah… sudah bangun ya? lalu diteruskan dengan doa bangun tidur yang kami nyanyikan “pagi-pagi dhira bangun bersyukur pada Alloh Alhamdulillah…hilladzi ahyana ba’da ma amaatanaa wa ilaihin nusur…” (begitu pula yang dilakukan ayah kalau ayah duluan yang dibangunkan nadhira).
Setelah sholat subuh kami mulai aktivitas pagi. Ibu cuci botol plus cuci alat dapur kotor dan ayah menyiapkan air panas untuk mandikan dhira.
Syukur-syukur ibu juga bisa sekalian siapkan sarapan dan bekal buat ibu makan siang di tempat kerja (kalau gak sempat masak ibu beli lauk ke pasar yang kebetulan dekat, kalau nasi pun belum ada yaa.. terpaksa ibu beli nasi nya sekalian…)
Lho… sarapan buat nadhira mana? itulah bedanya anakku dengan anak-anak yang lain… sejak usia 12 bulan dia gak mau makan… kalau gak di emuut…. ya.. di muntahkan… samapai saya coba ganti-ganti menu tetap saja begitu…sampai akhirnya kami memutuskan untuk gak maksa dhira makan. Kami hanya kasih susu formula, makanan cair plus telur ayam kampung. Kadang tapi sangat jarang dia mau disuapin makanan maksimal 3 suapan. Yang kami syukuri adalah nadhira tetap tumbuh sehat. Di usia 15 bulan berat badannya 10.5 kg..lumayan lah…
Nadhira juga bisa mengucap beberapa kata dan dia sepertinya senang menyanyi. Buktinya dia senang sekali kalo diputarkan vcd lagu anak-anak… dia juga senang nonton “syamil” vcd tentang cinta alloh dan Rosul yang diselingi dengan lagu… bahkan nadhira gak bosen walaupun dah diputar berkali-kali..hee…maaf ya..ibu sama ayah belum sempat belikan yang baru…
Yang membuat kami capek adalah semangatnya untuk belajar jalan (tetah) wah.. kalo dah minta tetah gak mau berhenti… banyak siih..anak-anak se usia nya dah bisa jalan sendiri, tapi kami gak berkecil hati. Toh pertumbuhan anak memang beda-beda dan kami tetap bangga memiliki nadhira…
Untuk perkembangan emosi nya, kayaknya kami memang harus super hati-hati menghadapinya. Masalahnya nadhira termasuk anak yang berkemauan keras, alias keras kepala… Kalau sudah minta sesuatu harus dituruti, kalau tidak…dia akan teriak-teriak sampai menangis histeris… dan kami tau itu politik dia..memang anak adalah manipulator ulung… dan kami sepakat untuk tidak selalu menuruti keinginannya. Sesekali kami membiarkan nadhira nangis bahkan teriak-teriak histeris… kami takut seandainya kami terus menuruti keinginannya nanti jadi anak yang manja…
mudah-mudahan nadhira tumbuh sehat, ceria dan gak egois….dan kami bisa mendidi nya dengan baik…amin…