NATION STATE VS KHILAFAH

Kemarin saya mengikuti debat antara salah satu dewan syuriah PCNU Jatim dengan ketua DPD HTI Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka memperdebatkan masalah konsep Negara nasionalis dengan khilafah. Dengan semangat ’45 eh.. semangat 2006 ya…mereka memaparkan pembenaran- pembenaran dengan mengusung berbagai dalil dan menyebutkan berbagai literature yang menguatkan argument mereka…wah pokok seru deh..Debat yang saling menjatuhkan tersebut berlangsung lama sampai ada beberapa audience yang berusaha menjadi penengah. Lha wong sama-sama orang Islam kok bertengkar…kalau begini terus kapan Islam bisa maju??

HTI membawa konsep khilafah dengan tujuan utama menerapkan konsep tersebut di Indonesia. Bahasa kasarnya mereka menginginkan Negara ini menjadi Negara Islam. Karena mereka berasumsi bahwa ketika Negara Islam telah berdiri, maka syari’at Islam bisa ditegakkan..Dan untuk mencapai cita-cita tersebut HTI mewajibkan untuk ber jihad. Bagi mereka jihad sama kedudukannya dengan sholat lima waktu.

Saya sepakat dengan Khilafah, karena dalam konsep Islam memang ada, tetapi apakan relevan jika diterapkan di indonesia? Apa ada garansi, ketika Negara Islam telah berdiri, syari’at Islam berjalan dengan baik?

Begitu juga dengan konsep jihad. Jihad adalah fardhu khifayah, bukan fardhu a’in. Jadi hokum jihad beda dengan hokum sholat lima waktu…Jika ada sebagian muslim yang telah berjihad, maka tidak wajib untuk muslim yang lainnya melakukan jihad..(yang dimaksud jihad berperang).

Padahal sebenarnya jihad itu tidak hanya diartikan sebagai perang. Belajar, bekerja menjual sayur, sopir, mendidik anak juga termasuk jihad jika semua diniatkan lillahi.

Islam itu satu tapi beragam…dalam kitab dan sunnah yang sama kita bisa berbeda penafsiran dan itu dibolehkan dalam Islam seperti yang dilakukan oleh para Imam terdahulu.

Sekarang, jangan jadikan berbedaan sebagai perpecahan… jangan saling menyalahkan atau merasa benar sendiri. Yang paling bijak adalah saling menghormati…karena perpecahan aadalah awal dari kehancuran..Allohu a’lam bil al showab…

28 thoughts on “NATION STATE VS KHILAFAH

  1. Saya bangga berada di Negara Republik Indonesia apabila Muslim/Muslimat yang mayoritas di negeri ini masing-masing dapat menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup setiap muslim/muslimat secara individu, bukan kelompok. Karena dengan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup secara individu, maka semua kehidupan berkelompok, bermasyarakat, dan bernegara akan berjalan secara islami (bersifat islam, yang artinya selamat).

    Al Islam dari Adam sampai Muhammad bin Abdullah merupakan ajaran “yang selamat-menyelamatkan”, dan setelah Muhammad jadi Rasul, maka Al Islam menjadi agama. Bukankah, Zabur, Taurat dan Injil adalah kitab-kitab Allah, seperti halnya Al Qur’an, yang wajib diimani oleh Muslim/Muslimat, karena semuanya memuat ajaran untuk saling selamat-menyelamatkan, dan beriman kepada Tuhan Yang Tunggal.

    Muslim/Muslimat sebutan ‘kelompok’ untuk para penganut Agama Islam, yang wajib hukumnya membangun Ukhuwa Islamiyah, bukan bercerai berai dalam berbagai perbedaan, apalagi bertengkar. Sebelum berniat untuk mendirikan negara Islam, ada baiknya kita kembali merenung bahwa ‘apakah diri saya sudah menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup saya’, dan telah dapat membuktikan/melaksanakan berbagai hal dalam Al Qur’an secara kaffah dalam hidup saya, kecuali ‘Zat Allah’ yang tidak boleh dicari/dibuktikan.

    Bukankah seorang muslim/muslimat dilarang untuk mengkafirkan seseorang yang lain, artinya seorang muslim/muslimat tidak berhak untuk menfonis seseorang yang lain, atas apa yang dilihatnya dengan panca indra. Bukankah hubungan seseorang dengan Tuhannya hanya Seseorang itu dan Tuhannyalah yang tau, sementara orang lain tidak tau. Karena hubungan yang hakiki antara setiap individu dengan Tuhannya tidak dapat terlihat oleh panca indra orang lain, kecuali simbol-simbolnya saja. Dimana simbol-simbol itu, dapat berbeda dengan yang sebenarnya.

    Agama Islam dengan kitab sucinya Al Qur’an adalah Rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan lilalamin), biak manusia Muslim/Muslimat, manusia Non Muslim, Jin, Tumbuh-tumbuhan, Hewan, Bumi dan Langit serta kandungannya, yang kesemuanya milik Allah SWT. Bagaimana menjadikan Agama Islam sebagai Rahmatan lilalamin, yakni dengan menjadi Al Qur’an sebagai pedoman hidup setiap pribadi. Dengan demikian, Muslim/Muslimat bersatu dalam ukhuwah islamiyah, non muslim dapat hidup aman dalam komunitas Muslim/Muslimat, Tumbuh-tumbuhan, hewan, dan seluruh alam dapat lestari tanpa pengrusakan, dan seluruh isi Alam ini dapat mencapai keharmonisan berdasarkan peran/kegunaan masing-masing, sebagaimana Firman Allah, …’Tidaklah kuciptakan sebagala sesuatu dengan sia-sia’, artinya apapun yang ada dan terjadi di dunia ini pasti ada manfaatnya alias tidak sia-sia.

    Apalah artinya suatu negara Islam sementara sebagian besar penduduknya yang beragama Islam secara individu belum menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya secara kaffah. Masih terdapat teroris, masih terdapat perpecahan dan pertengkaran, masih merasa benar sendiri, tidak menghormati perbedaan, masih terdapat bom bunuh diri, dan lain-lain. Bukankah Al Qur’an tidak mengajarkan dan bahkan melarang kekerasan, kekejaman, bunuh diri, pertengkaran, kesombongan, kedengkian, pengrusakan, dan sebaliknya mengajarkan kelembutan, saling selamat-menyelamatkan, menjaga ukhuwah, menghormati orang lain, tidak membuat celaka orang lain, membantu orang lain yang dalam kesusahan, menjadi panutan bagi yang lain, dan semua yang dapat membuktikan Agama Islam dan Al Qur’an sebagai Rahmatan Lilalamin.

    Rasulullah Muhammad SAW bergelar Al Amin, karena dapat dipercaya, lemah lembut dalam berprilaku dan bertutur kata, tidak kejam, tidak dendam, tidak dengki, tidak angkuh, tidak sombong, tidak pamrih, bijaksana, senantiasa berdialog dengan sahabat-sahabatnya, dan segalah ahlak terbaiknya dibuktikan dalam hidup kesehariannya. Dengan demikian, dapat menunjukkan kalau Agama Islam dan Al Qur’an itu merupakan Rahmat bagi seluruh Alam.

    Marilah setiap Muslim/Muslimat menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup masing-masing secara kaffah dan menjadi Muslim/Muslimat yang kaffah, janganlah kita menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk merusak ukhuwah islamiyah kita. Bangunlah ukhuwah islamiyah dengan cara yang baik-baik, sebagaimana Rasulullah membangun ukhuwah islamiyah dengan cara-cara yang baik dan bijaksana, sebagaimana yang ditunjukkan dalam berbagai hadist.

    Dalam hidup ini hanya dua pilihan : Baik dan buruk, yang keduanya milik Allah. Kalau milih yang baik maka akan mendapatkan sorga, dan sebaliknya kalau milih yang beruk akan mendapatkan neraka. Keduanya lulus, yang satu lulu ke sorga dan yang lainnya lulus ke neraka. Perlu diingat, bahwa perbuatan baik sekecil apapun akan mendapatkan hasil baik yang setimpal, perbuatan buruk sekecil apapun akan mendapatkan hasil yang beruk yang setimpal, dan keduanya bersifat individu. Marilah membaca kitab diri dulu sebelum membaca kitab orang lain, alias membenahi diri dulu sebelum membenahi orang lain.

  2. saya lihat rekaman itu. memang seru! argumen pak ghazali said dibantai habis oleh pak siddiq al jawi.

    saya heran dengan mbak arifah. kalo memang sudah ngeh bahwa konsep khilafah memang ada dalam islam, mengapa masih mempertanyakan relevansi penerapannya di indonesia? bukankah islam itu diturunkan untuk semua umat manusia sejak zaman rasulullah hingga hari kiamat? bukankah itu termasuk manusia-manusia indonesia? kalau mbak arifah berpandangan bahwa totalitas Islam tidak cocok diterapkan di negeri ini, apakah itu tidak berarti bahwa mbak arifah menganggap Allah bodoh? sebab, jelas-jelas Dia memerintahkan kita masuk Islam secara kaffah. ya tho?

  3. Akhi nadhif yang saya hormati..saya disini hanya ingin mencoba menjadi penengah diantara dua persepsi mengenai keberadaan khilafah. Bukan berarti saya membodohkan Alloh. Betapa berdosalah saya jika saya berpikiran demikian. Saya tidak ingin berbedaan menjadi umat muslim tidak bersatu. Yang ingin “berjihad” silahkan, dan yang tidak ingin..marilah kita menghormatinya.

  4. mbak arifah sayang.
    sayang deh bila mbak menjawab tidak dengan hati yang iklash dan kejujuran akal. Kalau mbak mampu jadi penengah… wah hebat bener. Baiknya orang-orang yang ngaku moderat eh munafik mulai introspeksi diri. Jangan-jangan kalau khilafah berdiri “negrpo-ngerpo” ikut ambil bagian. Boleh lah ikut ambil bagian? Memang Khilafah itu sudah terbukti rahmatan lil ‘alamin. Tetapi Allah pasti akan mengadili para penghambat laju berpancarnya cahaya illahy, diantaranya yang utama adalah tegaknya kembali khilafah dipentas dunia. Para penghambat itu baiknya berhenti dari upayannya untuk memadamkan cahaya khilafah yang merupakan bagian dari cahaya Allah. Kaalau tetap tidak mau berhenti Allah sendiri yang akan membuat perhitungan dengan orang-orang macam begini.

    Sistem kenegaraan berupa kerajaan itu termasuk bid’ah dalam kepemiminan. Demikian sistem-sistem yang lain. Kecuali sistem khilafah yang memang Rasulullah merekomendasikan untuk mengikuti sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin. Dan Insya Allah sebentar lagi khilafah akan berdiri di salah satu negeri muslim. Dan akhirnya berkembang hingga semua manusia mengakui dan suka rela masuk agama Allah SWT. Kalau nggak percaya. Bacalah banyak-banyak Al Qur’an, Hadits, Sirah Nabi SAW dan Sirah Sahabat beliau SAW.

    Selamat berjuang semoga liberalisasi pemikiran cepat pudar di makan zaman. Karena memang liberalisasi pemikiran adalah induk kemunduran berfikir.

  5. hehehe…, cool… awak setuju dengan mbak arifah: SELAMAT BERJUANG UNTUK MBAK FATHIMAH. mbak fatimah belum tentu bisa menjelaskan dengan runtut apa yg dimaksud dgn SISTEM KHILAFAH (yg disunnahkan rasul, ATAU yg dipraktekkan khulafaurrasyidin, dan/ATAU yg ada dalam “fantasi” mbak fatiimah), dan apa garansinya itu pula lah yg disebut CAHAYA ILAHI? lalu mbak fahimah berjuang atas apa?

  6. Daulah Khilafah bukan fantasi, tp sistem kenegaraan nyata yang ada. yg universal&yang terbaik.klo ingin tau detail Daulah Khilafah tanyalah pada orang yang berkompeten yang jlas2 berjuang menegakkannya.

  7. wahai saudara-saudaraku sesama muslim…
    belum lama ini saya membaca kisah tentang khalifah Abu bakar as Shiddiq..
    setelah saya baca kisahnya, saya berpendapat bahwa dengan Khilafah Islamlah umat Muslim saat ini bisa terselamatkan dari segala fitnah ini…
    namun kita juga harus instropeksi diri jika sewaktu-waktu khilafah ini berdiri kembali mari kita sambut dengan hati iklhas karena Allah SWT. lebih baik kita kembali mengingat dan mendalami kisah-kisah rosulullah dan sahabat r.a. dengan begitu insya allah kita akn mendapatkan pencerahan….
    wahai saudraku yakinlah Allah selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya yang sabar dan iklhas….

  8. tegaknya khilafah merupakan sebuah keniscayaan, percaya atau tidak, dia akan hadir kembali memimpin dunia. seseorang yang memperjuangkannya tentu saja berbeda dengan orang yang hanya menunggu dan menjadi penonton, kalo gw se ga mo hanya jadi penonton men!!

  9. Sesuai ayat QS 4:59 dan QS 3:103, firqoh itu haram dan bersatu itu wajib dan ajaran itu tidak akan sempurna tegak kalau tidak ada pemimpin (ulil amri) yang melaksanakan alqur’an dan sunnah. jadi khilafah itu kewajiban atau tujuan???. kalau kewajiban
    mari kita bersatu dalam satu wadah khilafatul muslimin (wadahnya umat islam sedunia).

  10. sepatutnya seorang muslim menaruh loyalitas intelektualnya kepada islam, jika dia memang mencintai islam. Ia harus membela fikrah islam yang dia yakini itu dengan ksatria. Dan tidak sepantasnya seorang muslim menghargai gagasan yang berbenturan dengan fikrah islam. Dia harus berani mengatakan bahwa yang haq adalah haq, dan yang bathil adalah bathil, dengan cara yang ahsan. Afwan

  11. ada lagi, tidak sepantasnya seseorang yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah mengatakan : “yaa Allah, apakah sesuatu yang engaku wajibkan ini relevan untuk kami? tidakkah ada pilihan lain bagi kami, agar kami bisa membangun hidup yang lebih baik, lebih baik dari apa yang engkau wajibkan bagi kami”.. Tapi katakanlah : “sami’naa wa atho’naa, ya Allah!”

  12. Siddik al-Jawi jelas-jelas salah paham atau pahamnya salah kalau khilafah itu wajib menurut empat imam mazhab. Apa buktinya merkea mengatakan wajib. Nggak ada itu. bohong besar. Kalau kita baca bukunya al-Mawardi, al-ahkam al-sulthaniyyah, Ibnu Khaldun, Muqaddimah, Ibnu Abi Rabi’, Sulukul Malik fi tadribil mamalik, al-ghazali, al-tibrul masbuk fi nasihatil mulk, kata-kata imamah/khilafah dalam tulisan mereka bukan dalam pengertian khilafah seperti HTI. imamah wajib itu artinya mendirikan negara itu wajib hukumnya berdasarkan wahyu dan akal. Tapi yang mereka maksud adalah negara. Kalau kalau tidak ada negara, masyarakat bisa kacau.Soal bagaimana sistemnya, diserahkan kepada umat, mau pakai sistem apa. Di zaman Rasulullah, sistemnya bukan khilafah, tidak pernah rasul menyebut khalifah. Karena kata khalaifah artinya penggatinya nabi, maka Abu Bakar gelarnya khalifatu rasulillah, Umar, khalifatu khalifati rasulillah yang berdasarkan syura. Di zaman Umayyah dan Abbasiyah diselewengkan, menjadi monarki; khilafah monarki.
    Sudahlah jangan ribut-ribut soal khilafah, kalau cuma masalah cara, yang penting prinsip-prinsipnya (syura, adil, amanah, dll). Mau pakai wazir tafwidh/tanfidz atau muawin tafwidh/tanfidz atau perdana menteri itu nggak penting. Tergantung masyarakatnya.
    Sekali lagi, untuk Siddiq al-Jawi jangan memutar fakta bahwa khilafah itu wajib, yang wajib adalah mendirikan negara.

  13. Tuk Pak Khamami

    Anda ini gimana, coba baca tulisan para ulama tentang masalah “bagaimana jika bai’at diberikan kepada dua orang imam”. Apa anda menutup mata kedengan masalah ini. Masalah ini dibicarakan dengan serius oleh para ulama. Dan jumhur berpendapat bahwa kaum muslimin wajib membai’at satu orang imam saja. sebagai contoh, Al mawardi juga membahasnya. Silahkan baca sendiri. Satu-satunya yang pernah menjadi perdebatan para ulama adalah masalah “bagaiana jika ada satu negeri yang terpisah jauh dari ibu kota islam, apakah bpleh kaum muslim di wilayah itu ,mengangkat pemimpin sendiri?

  14. percayalah, semua perdebatan mengenai relevan-tidaknya penegakan khilafah akan dengan sendirinya terhenti ketika khilafah tegak, sebentar lagi. revolusi akan menggilas para banci pemikiran.

  15. Buat Khamami Zada

    <>
    coba Khamami Zada lihat dari hadits imam Ahmad tentang periodisasi zaman, temen2 HT sering ungkapkan lho. Dari zaman Nabi, khulafaurrasyidin, khilafah yang banyak, mulkan jabar, dan terakhir itu adalah KHILAFAH sebagaimana manhaj NABI. Inillah sebutan Rasul tentang khilafah yang dijanjikan.

    <>
    O ya… sistem syura’ itu tidak sama dengan demokrasi. Ini terkait dengan asas kedaulatannya.

    <>
    –khilfah bukan monarki — jdi tidak pas disandingkan kata khilafah dengan monarki.
    Adanya dalil yang mewajibkan sistem khilafah, maka jika ditemukan kesalahan penerapan maka yang disalahkan penerapannya. Sebagaimana jika kewajiban sholat, jika ada yang salah dalam melaksanakannya maka yang disalahkan adalah orangnya, bukan justru mencopot status kewajiban akan sholat.

    <>
    Masalahnya khilafah adalah kewajiban. Jadi sangat wajar jika kami harus mendiskusikannya dengan arif. Sebagaimana sholat jika ada yang menggapnya tidak wajib, dan kami hanya diam saja + nyaman = keimanan yang????

    <>
    Masalahnya nama/penyebutan adalah bagian yang prinsip. Apakah Khamami Zada jika ada yang menyebutnya Khamami (‘maaf’) Anjing akan senang? Katakan saja yang penting hati/esensi anda baik.

    <>
    Nah negara yang wajib kita dirikan itulah negara Islam.

  16. Kasihan, Mbak Arifah. Blognya jadi ajang debat yang saling menjatuhkan. Saran saya, tutup saja komen untuk topik ini. Beres, kan? Tapi kalau untuk nambah hit ya ndak masalah dibuka terus. Salam.

  17. iya pak hery, makasih sarannya..saya jadi pusing lihat perdebatan mereka..tapi biarlah…itung2 saya memberi tempat bagi mereka yang mau adu argument..terutama mengenai masalah ini…

  18. Lah … iya, wong rakyat pada kelaparan, pada kebanjiran, kok masih debat soal khilafah sama nation state. Orang kafir sudah pergi ke bulan berkali2 kok kita masih sibuk debat masalah khilafiyah.

    Masalah wajib tidaknya khilafah itu kan masalah khilafiyah, kenapa harus dibuat debat kusir. Ya gak akan pernah ada ketemunya.

    Saya terkesan dengan banyak kata2 masayich NU,
    “Lebih pilih mana, Babi cap unta. Apa Unta cap Babi.

    Jadi kalau di negeri ini Islam dilindungi, pemeluknya bisa menjalankan ibadah dengan nyaman, kenapa mesti mengubah negeri ini jadi khilafah, kenapa harus membuat Undang-undang yang berlabel ‘Syariat Islam’.

    Bukankah selama ini sudah banyak Undang-undang yang tidak berlabel ‘ISlam’ tetapi esensinya mengikuti syariat islam.

    Sebenarnya penting mana sih, label apa isi.
    Lambang apa esensi???
    Heran deh.

  19. assalamualaikum wr. wb.
    dear all…
    => pertama ana ingin berkomnetar balik atas komentar Akh Ahmad, (“Jadi kalau di negeri ini Islam dilindungi, pemeluknya bisa menjalankan ibadah dengan nyaman, kenapa mesti mengubah negeri ini jadi khilafah, kenapa harus membuat Undang-undang yang berlabel ‘Syariat Islam’.”)
    coba sebutkan di mana letak ummat islam menjalankan ibadah dengan nyaman? apakah ketika nabi Ummat islam di hina (sampai berkali-kali) itu disebut aman dan nyaman buat anda? apakah al-qur’an di masukkan ke dalam WC itu yg di sebut nyaman? apakah ketika hukum potong tangan (yg jelas2 dalm al-qur’an diwajibkan seprti sholat) tidak di jalankan itu yg dikatakn nyaman? apakah ketika hukum rajam (yg jelas2 dalm al-qur’an diwajibkan seprti sholat) tidak diterapkan bagi para pelaku zina itu yg disebut nyaman? dan banyak lagi bentuk-bentuk ibadah lainnya yg ummat islam tidak bisa dilaksankan, dan itu semua anda anggap beribadah dngan nyaman? ittaqillah!!
    => kedua, persoalan khilafah adalah khilafiah, itu adalh pernyataan yg sngat sarat dengan kepentingan! betapa tidak, adakah ulama yg menolak eksistensi khilafah di masa rasulullah dan khulafaurrosyidin? kalau ada (mungkin bisa di anggap sebgai persoalan yg deba-table) tapi jika tidak ada dari sisi mana dianggap khilafiah?ingat akh..khilafah di anggap khilafiah itu waktu bermunculan ‘ulama’ yang berdiri di atas asas liberalisme sembari memancung Islam.
    => ketiga, khilafah pasti akan tegak (sesuai dng janji Rosulullah dalam hadist yg diriwaytkan imam ahmad-tsumma takunu khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah) dan ini pun yg membuat orang-orang kuffar, bahkan Bush (la’natullah alaih) pun yakin akan hal ini, maka kalau ada orang Islam yg tidak yakin akan janji Rosulullah ttg KHilafah maka keimanannya lebih rendah dari Josh Bush, toh Bush orang kafir bisa seyakin itu khilafah akan tegak, kenapa ada org Islam yg tidak yakin???
    => terkahir, simple aja kok persolan khilafah ini, bagi yang yakin untuk tegaknya khilafah ayo semakin kita galakkan perjuangan ini, dan bagi yg mengatakn ‘tidak wajib’ diamlah dan jangan menghalangi perjuangan ini,karena menghalangi perjuangan tegaknya kHilafah berarti anda berdiri di belakang orang2 kuffar yang jg menghalangi tegaknya khilafah!! anda (yg menganggapnya tidak wajib atau bahkan mustahil) seharusnya berdiam dirilah dirumah dan ketawa terpingkal-pingkal layaknya orang yg menertawai anak2 yg mengatakan ‘kucing bisa kentut’!!! tapi kalau anda terus menghalangi itu berarti??? (ah…jawab sndiri deh…)
    wassalam…

  20. tiada kemuliaan tanpa islam
    tak sempurna islam tanpa syariah
    takkan tegak syariah tanpad daulah khilafah islam

    khilafah itu wajib… bahkan memeperjuangkannya kewajiabn yang paling agung, kenpa? karena dengan adanya khilafah semua hukum islam akan terjalankan baik perkara sholat, jihad, muamalah, hudud dan lainya.

    intinya seluruh aktivitas kita terkait dengan hukum syara’
    dan tentu saja hukum islam bisa berjalan diterapkan dengan sempurna jika ada khilafah.

  21. Salam…semua
    kelihatannya sang khilafah..semangkin hampir berdiri itu pasti ..apabila semangkin ramai membincangkannya….samada pihak pro atau anti…ia tetap berdiri…dan ianya di depan mata

  22. sebenarnya dah pada lihat debatnya ngga sih? Semua yg anda2 debatkan itu dah dijawab dg sangat memuaskan oleh kh sidiq al jawi. Bagi yg niat cari kebenaran tentu akan nrima dg syukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s