Bagaimana hidup bisa terus bertahan…

Makan untuk hidup, bukan hidup utuk makan. Sebuah jargon yang dulu sering saya dengar, entah darimana…kata-kata tersebut sangat sedrhana terangkai, yang saya maknai bahwa makan itu hanyalah cara untuk mempertahankan hidup agar kita bisa beribadah dengan baik. Bukan sebaliknya, kita hidup di dunia ini untuk makan dan mencari makan (untuk urusan perut saja).

Sekarang kalau cari makan saja susah, bagaimana kita bisa mempertahankan hidup? dan bagaimana pula kita beribadah?

alhamdulillah, saya dan keluarga masih bisa memenuhi kebutuhan makan. Tapi bagaimana dengan mereka, masyarakat miskin yang bekerja keras seharian penghasilannya tidak cukup untuk makan sesuai kebutuhan? apalagi sekarang harga-harga semakin mahal!

Dimana hati nurani para pemain harga? yang seenaknya saja menaikkakn harga tanpa mempedulikan rakyat? kalau para pemain harga adalah pemerintah. berarti pemerintah telah berlaku dholim terhadap rakyat kecil…

apa pemerintah menganggap semua rakyat ini adalah menteri, anggota MPR/DPR yang bergaji selangit, PNS, ataupun pekerja yang medapat gaji bulanan yang tiap tahun gajinya naik?? mereka hanya sebagaian kecil dari penduduk negeri ini. Sementara lebih banyak lagi orang yang berpenghasilan tidak tetap. Para petani yang menanam padi dan kedelai yang sekarang harganya melambung, apa mereka sekarang kaya raya karena naiknya harga beras dan kedelai? jawabannya tidak. Karena mereka bukan pemain pasar yang bisa mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Karna sesungguhnya para pemain harga adalah pemerintah…

Kalau pemerintah tidak punya hati nurani, bagaimana rakyat ini bisa merasakan nikmatnya makan atau hanya sekedar merasakan kenyang dan beribadah dengan baik?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s