Menerima Orang lain apa adanya…

Seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelepon
orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang mendengar bahwa anaknya
telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang ke rumah.
pemuda itupun sudah tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali
dengan keluarganya setelah berbulan bulan lamanya ia harus berada di
negara lain untuk berperang.

Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya
untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagipula mereka
masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak akan
begitu merepotkan. ” tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu
lengan dan satu kaki saja “. Demikian si pemuda itu memberi penjelasan
agar orangtuanya tidak terkejut nantinya.

Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi
penjelasan pada putranya, “Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke
panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala
keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. kami
sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Dimana
kamu tinggal sekarang?”. mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu
memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.

Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan
kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya
lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya,betapa hancur hati mereka
mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu
Kaki.

Seringkali kita lupa bahwa mengasihi adalah menerima diri orang lain
SEUTUHNYA tanpa syarat.

Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mapan
dengan pekerjaan yang menjanjikan.

Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fisik
seperti apapun.

Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun
kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurannya.

Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan
orangtua yang sempurna.

MENGASIHI ADALAH MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA.

(Diambil dari milist Tentang Pernikahan)

5 thoughts on “Menerima Orang lain apa adanya…

  1. memang sulit sekali menerima sesuatu yang tdk sesuai harapan, kita sebagai hamba Allah….

    haruslah yakin bahwa…pemberian adalah anugerah yang harus kita terima apa adanya, dan haruslah dipelihara, karena rezeki apapun itu adalah amanah Allah yang perlu kita syukuri,………………meskipun terkadang, dalam perjalanan ..realita itu…beda……namun itulah ujian……

  2. kadang kita tidak menyadari, g ada di dunia ini manusia yg sempurna….
    sesungguhnya manusia yg kurang dalam segi fisik pun jg ingin hidup dan memperoleh kebahagiaan seperti manuasia yg fisiknya sempurna…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s