Minyak tanah langka, trus bagaimana?

Akhir-akhir ini kita di pusingkan dengan urusan rumah tangga… semua harga sembako naik, susu anak naik. Tambah lagi katanya BBM juga akan naik.

Kemaren waktu belanja bulanan sama suami sempat ngomongin kenaikan harga. Disela-sela obrolan itu saya sempat bercanda “yah, tapi ada satu yang gak pernah naik…” lalu suami bertanya “apa bu?” saya menjawab “sandal, sandal kan selau dibawah gak pernah naik ke atas kepala”. kemudian kami tertawa…

Bukan saja harga susu anak kami nadhira harganya naik, tapi saya heran dari 3 supermarket besar di Surabaya yang kami kunjungi ternyata susu nya nadhira yang kemasan kaleng juga habis. Cuma tinggal yang kemasan karton…akhirnya kami beli juga yang kemasan karton @400 gram X 10 karton. Kira-kira saja harganya berapa? yah, untuk beli susu anak saja 500 ribu lebih, belum buburnya, biskuit kesukaan nadhira harganya juga ikut naik. Tapi kami gak pernah hitung-hitungan untuk anak. Yang penting anak sehat, kami sudah sangat bersyukur… justru orang tua lah yang harus bisa hidup hemat n sederhana…

Tidak cukup sampai sini kenaikan harga… dan ini yang paling bikin masyarakat gelisah, keberadaan minyak tanah semakin langka… kalau harganya naik, mungkin kita masih bisa beli tapi kalau barangnya saja gak ada trus bagaimana?

Ternyata program pemerintah mengadakan konversi minyak tanah ke gas gak berhasil!! buktinya masih banyak masyarakat yang belum kebagian kompor gas gratis… bukan hanya itu masyarakat yang kebagian pun gak mau pake kompor gas dengan berbagai alasan. alasan terbesar mereka karena takut, banyak diantara masyarakat yang takut menggunakan kompor gas… apalagi setelah mereka mendengar banyak tabung gas gratisan tersebut yang bocor, meledak dan membawa korban… mereka jadi tambah ngeri…

Nah, saya mengira ada korelasi antara ketakutan masyarakat menggunakan kompor gas dengan kelangkaan minyak tanah akhir-akhir ini. Kemungkinan para pemilik pangkalan minyak tanah menimbun minyak tanah, hingga akhirnya minyak tanah langka, disaat minyak tanah langka itulah harga nya pun melambung… dari yang sebelumnya hanya 2.500/liter sekarang harganya mencapai 3.000-4.000 rupiah/liter.

Siapa sih orang yang tega menyiksa masyarakat yang sudah tersiksa dengan kenaikan harga semua kebutuhan dengan menimbun minyak tanah?

Bagaimana rakyat ini bisa hidup tentram jika hidup mereka di permainkan oleh para pemilik modal dan para penguasa yang sewenang-wenang mempermainkan harga???

Kapan bangsa ini bisa maju kalau sampai saat ini rakyat masih disibukkan memikirkan “makan apa kita hari ini?? bahkan “apa makan kita hari ini??”

Saya sendiri gak tau kepada siapa lagi harus mengadu?? kepada para anggota dewan? ah, kayaknya gak mungkin karena saat ini mereka lagi sibuk cari untung nya sendiri…

Satu-satunya tempat kita mengadu hanya Alloh Sang pencipta, sang pengatur segala urusan…Yaa Alloh, ringankanlah beban kami, atau paling tidak berikan kekuatan kepada kami untuk kuat menerima segala ujian Mu, dan tetapkanlah kami dalam iman kepada Mu…Amiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s