BLT, kebijakan yang salah…

Sebagai kompensasi kenaikan harga BBM yang berimbas pada kenaikan seluruh kebutuhan, pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada “rakyat miskin”. Padahal hampir 50% (menurut REpublik Mimpi) penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. Sementara berapa % rakyat miskin yang mendapatkan BLT dari pemerintah?

Jika kebijakan pemerintah memberikan BLT kepada rakyat miskin dianggap benar, lalu kenapa tidak semua warga miskin mendapat BLT? Dan dengan 100 ribu rupiah/ bulan apa cukup?

Tanya sama pak SBY atau pak Kalla, jika mereka diberi uang 100 ribu, akan habis dalam berapa waktu? tanya sama anggota DPR, tanya sama menteri perdagangan, menteri perekonomian, uang 100 ribu cukup untuk apa?

Dengan menaikkan harga BBM, rakyat miskin hanya dapat 100 ribu, padahal tidak hanya BBM yang naik harga. Bagaimana dengan kebutuhan sembako yang juga naik, bagaimana dengan harga susu yang semakin melambung?

Saya gak habis pikir, kenapa harus BLT sebagai solusi, kenapa harus kenaikan BBM yang jadi kebijakan?

Kenapa pemerintah tidak merubah saja semua kontrak pengelolaan hasil tambang dan minyak negara ini yang hampir seratus persen dikuasai pihak asing? dan kita sebagai pemilik tidak mendapat bagian apa-apa selain pajak.

Apa pemerintah tidak yakin bisa mengurus kekayaan-nya sendiri. Kita punya banyak ahli tambang dan sudah banyak anak bangsa ini yang sangat pintar, tapi mereka lebih suka bekerja di luar negeri, karena mereka tidak dihargai di negeri nya sendiri. Seandainya kita memberikan kesempatan pada anak bangsa untuk mengelola kekayaan negeri ini sendiri, Insya Alloh bangsa ini akan benar-benar menjadi bangsa yang kaya.

Kenapa pemerintah ini tidak bisa tegas, dan akhirnya rakyat lah yang jadi korban. Rakyat miskin pak presiden…. bukan panjenengan…bukan pak kalla dan bukan para menteri atau anggota DPR yang katanya wakil rakyat tapi tidak memiliki hati nurani. Wakil rakyat yang hanya diam ketika rakyat menjerit menolak kenaikan BBM. Wakil rakyat yang hanya ngurusi perut nya sendiri… lalu buat apa ada wakil rakyat?

Saya lihat di berita pak Kalla mengatakan “kenaikan BBM tidak akan menambah rakyat miskin”. Mau ditambah berapa lagi pak rakyat miskinnya, lha wong gak naik saja rakyatnya sudah miskin?

Saya hanya bisa berdoa semoga rakyat ini diberi kekuatan iman dan kesabaran menerima cobaan kemiskinan yang entah sampai kapan… Amin..

3 thoughts on “BLT, kebijakan yang salah…

  1. Menurut saya, BLT lebih baik diberikan dalam bentuk bantuan usaha (kelompok) supaya masyarakat dididik untuk maju, misalnya dengan peternakan kambing, sapi, atau yang lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s