LDR (Long Distance Relationship)

Hmm, ternyata istilah LDR tidak hanya saya pahami tapi juga saya jalani. Terhitung sejak mei 2010 saya dan suami menjalani LDR. Waktu itu putriku nadhira berusia 3 tahun. Bukan karena ke egoisanku tidak mau mengikuti dan menemani suami. Tapi ada satu alasan untuk membahagiakan seseorang yang sangat saya sayangi dan hormati.

Suami harus bekerja di kota lain dalam satu provinsi. Kira- kira 4 jam ditempuh dengan naik bus. Bukan jarak yang jauh juga karena setiap weekend dan tida20150222_074259k ada halangan kita pasti ketemu.

Awalnya berat, sampai- sampai saya tidak punya nafsu makan dan jatuh sakit. Tapi dengan semangat saya belajar menata hati dan pikiran untuk melanjutkan hidup dan menjalaninya dengan senang hati.

Alhamdulillah nya tahun 2012 suami dapat tugas belajar di Surabaya, tempatku tinggal sekarang. Jadi bisa bers20150220_173856ama lagi selama 2 tahun. Saat itulah lahir putra keduaku “hasbi”. Sampai pada tahun 2014 kita harus berpisah lagi. Tapi sekarang lebih tenang. Disamping karena sudah terbiasa. Sekarang bertambah lagi malaikat yang menemani..” Anak- anak bunda yang luar biasa”.

Seberat apapun hidup, sebesar apapun masalah jika kita ihlas dan selalu bersyukur Insya alloh akan terasa ringan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s