Mengenalkan Anak Gemar Membaca

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa “buku adalah candela dunia”. Saya memaknai ungkapan itu bahwa betapa bermanfaatnya membaca buku. Kita tidak perlu pergi ke Eropa untuk mengerti kebiasaan penduduk Eropa dan ke khas san budaya serta kulinernya. Cukup dengan membaca buku Back “Europe” Pack: Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar, yang ditulis oleh Marina Silvia K. Tidak usah berkunjung ke Turki untuk mengetahui historis dan religiusitas dan budaya disana. Cukup dengan membaca buku: “Modern Turkey: People, State and Foreign Policy in a Globalized World” yang ditulis oleh Bill Park.
Kebiasaan membaca sangat berpengaruh terhadap pola pikir seseorang. Di negara dengan minat pembaca yang tinggi cenderung tumbuh menjadi Negara maju. Sementara di Indonesia khusunya Jawa Timur menurut penelitian yang dilakukan Universitas Brawijaya (Unibraw) minat baca masyarakat hanya 42%. Dengan prosentase tersebut kita bisa menilai bagaimana kondisi masyarakat kita yang rendah terhadap minat membaca. Karena dengan membaca maka seseorang akan menambah pengetahuan, wacana dan pemahaman yang akan mempengaruhi pola pikir, pola hidup dan pola kerja orang tersebut.
Seberapa banyak pembaca di suatu Negara bisa diketahui dari jumlah buku yang diterbitkan per tahun, dan jumlah perpustakaan yang tersedia. Semakin banyak buku yang diterbitkan, maka dapat di pastikan banyak pembaca di Negara tersebut. Semakin banyak perpustakaan yang dibangun, menunjukkan semakin banyak juga minat membaca masyarakat. Berdasarkan data dari Badan Kearsipan PEMPROV Jatim dari 8.055 desa/ kelurahan yang ada di Jawa Timur ada 3.010 desa/ kelurahan yang memiliki perpustakaan. Akan tetapi jumlah tersebut masih kurang karena idealnya 55% dari jumlah desa/ kelurahan sudah memiliki perpustakaan. Diharapkan semakin banyak perpustakaan akan semakin banyak pula minat membaca masyarakat.
Bagaimana menarik minat membaca seseorang dapat dilakukan dengan banyak cara:
1. Pengaruh Orang Tua
Orang tua yang gemar membaca akan sangat berpengaruh terhadap minat baca anak- anaknya. Karena orang tua adalah figur pertama dalam keluarga. Orang tua yang sering mengajak anak- anaknya ke toko buku, dan membaca buku dirumah akan dapat merangsang anak untuk memiliki minat membaca. Dengan menyediakan bacaan- bacaan ringan dan menarik di rumah akan dapat merangsang minat anak membaca. Tidak hanya berhenti pada proses membaca saja, tapi sebaiknya orang tua melatih anak untuk menceritakan kembali tentang apa yang telah dibaca. Hal ini akan melatih pemahaman anank terhadap isi buku dan melatih anak mampu mengambil kesimpulan dari buku yang telah dibaca.
2. Peran Guru dan Tokoh Masyarakat
Dalam bahasa Jawa arti Guru adalah “digugu dan ditiru”. Guru adalah panutan yang akan dipercaya dan di ikuti. Untuk anak usia sekolah figur guru sangat berpengaruh terhadap anak. Dalam hal membaca guru juga bisa menjadi contoh dan panutan untuk menumbuhkan minat membaca. Misalkan saja guru mengajak siswa berkunjung ke perpustakaan, membaca, dan menceritakan kembali apa yang telah dibaca. Atau bisa pada waktu istirahat di sekolah guru beristirahat sambil membaca buku. Dengan demikian siswa akan terangsang untuk membaca. Sementara dalam masyarakat tokoh masyarakat menjadi salah satu figur yang akan menumbuhkan minat baca masyarakat. Minat baca tokoh masyarakat dan ajakannya untuk rajin membaca dengan memberikan contoh manfaat membaca kepada masyarakat akan memberikan rangsangan kepada masyarakat untuk membaca. Apalagi jika dibarengi dengan tindakan mendirikan perpustakaan kecil di rumahnya atau sekedar mengijinkan masyarakat meminjam dan membaca koleksi yang dimilikinya.
3. Buku yang menarik
Untuk pembaca pemula atau untuk merangsang minat membaca, sebaiknya membaca buku- buku dengan topik yang disukai. Untuk anak- anak mungkin buku- buku yang bergambar dan berwarna akan sangat merangsang minat dan ketertarikannya untuk membaca. Novel romantis yang terkenal mungkin dapat merangsang minat baca anak remaja. Sedangkan untuk wanita berkeluarga, buku-buku tentang cara mendidik anak atau tips menata rumah bisa menjadi buku yang menarik untuk dibaca. Yang penting minat membaca harus dibangun terlebih dulu.
Membaca adalah sebuah proses yang berawal dari minat yang berkembang menjadi kebiasaan dan pada proses akhirnya seseorang akan memiliki kemampuan membaca, menganalisa, dan mengambil kesimpulan dari apa yang dibaca. Dengan proses panjang tersebut diharapkan seseorang yang gemar membaca akan memiliki kemampuan untuk berkembang. Masyarakat yang selalu ingin berkembang akan menjadi masyarakat yang maju. Dengan memiliki masyarakat yang maju, akan mudah suatu Negara untuk menjadi Negara maju.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s