Komersialisasi Dakwah

Sebelum lima belas tahun yang lalu, saya masih tinggal di kota kecil.  Di sebuah desa yang jauh dari hingar- bingar. Suasana begitu damai dan tenang. Masih tumbuh subur semangat kebersamaan, jiwa sosial, dan keihlasan memberi dan membantu. Termasuk juga tentang kegiatan beragama. Khusunya urusan dakwah. Khutbah jum’at, khutbah walimah, isi pengajian, semua dilakukan dengan ihlash tanpa mengharapkan imbalan.

Tetapi pemandangan berbeda saya dapatkan sejak Lima belas tahun yang lalu. Sebuah kota besar dengan segala pernak- pernik kota yang mengikutinya dimana semua bernilai rupiah. Bahkan untuk urusan dakwah pun di rupiahkan. Khutbah jum’at ada bayarannya, khutbah walimah apalagi. Disini saya menyebutnya dengan komersialisasi dakwah.

Ternyata tidak hanya sebatas itu. Semakin lama saya tinggal di kota semakin saya tahu bahwa berdakwah juga menjadi mata pencarian sebagian orang yang ber label “mubaligh, ustadz”. Kalaupun bukan pekerjaan utama, menjadi mubaligh ternyata menjadi pekerjaan sampingan yang menjanjikan. Bayangkan saja, untuk khutbah jum’at di masjid kecil tarifnya minimal Rp. 150.000. Apalagi masjid besar bisa sampai Rp. 500.000. Tarif berlaku berdasarkan besar kecilnya masjid dan juga jam terbang mubaligh tersebut. Semakin besar masjid nya dan semakin terkenal mubaligh tersebut maka tarif akan semakin berlipat, Subhanalloh…!!

Yang lebih mencengangkan ternyata ada semacam mafia (saya menyebutnya begitu) dalam dakwah di perkotaan. Jadi seumpama ada satu ustadz atau mubaligh yang tidak punya jadwal khutbah jumat maka mereka akan menghubungi teman- teman sesama mubaligh untuk menanyakan apakah ada jadwal untuk digantikannya.

Inilah realitas dakwah kita, saya berharap tidak semua mubaligh di kota seperti itu. Saya juga berharap keadaan ini hanya pada sebagian kecil dari para mubalig dan ustadz. Mudah- mudahan masih banyak mubaligh dan ustadz kita yang tulus ihlash berdakwah tanpa mengharapkan rupiah. Saya berdoa semoga keadaan seperti itu tidak akan merambah ke desa saya. Walohu a’lam bil al showab..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s