HAJI, dan permasalahannya

Musim Haji 2015 telah tiba. Rasa suka cita dan haru bagi calon jamaah yang berkesempatan menunaikan Rukun Islam Kelima tersebut pada tahun ini. Tak luput rasa yang sama juga dirasakan oleh sanak saudara calon jamaah. Ada doa yang selalu mengiringi keberangkatan para calon jamaah haji. Semoga selalu sehat, ibadah lancar, dan menjadi haji mabrur.

Tidak semua orang berkesempatan melaksanakan ibadah haji karena banyak faktor. Pertama, karena panggilan, Banyak umat muslim yang secara lahir siap untuk menunaikan ibadah haji. Namun karena belum terpanggil tidak juga segera untuk sekedar mendaftar untuk mengantri berangkat haji. Tentu saja panggilan atau niat ini menjadi faktor penting untuk berangkat haji. Apalagi waiting list (daftar antrian) saat ini sangat panjang mencapai 15 tahun. Jadi yang daftar tahun 2015, dia akan berangkat Insya Alloh tahun 2030. Itupun juga bisa maju atau mundur tergantung keadaan atau situasi. Kedua, Biaya. Biaya haji yang cukup tinggi membuat tidak semua umat muslim bisa melaksanakannya. Setoran awal saja sebesar 25 juta rupiah. JIka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari saja masih pas- pasan bagaimana mungkin bisa mengumpulkan uang sebesar itu untuk mendaftar haji. Ketiga, Kesehatan. Ibadah haji adalah ibadah fisik. yang membutuhkan fisik yang sehat dan kuat untuk dapat melampaui semua rukun haji. Namun tidak sedikit juga orang yang sudah sepuh (tua) dan bahkan sedang sakit tetap berangkat juga dengan bantuan saudara atau kerabat yang turut serta menunaikan ibadah haji. Tiga faktor tersebut menjadi alasan terpenting yang tentu saja terdapat faktor lainnya yang menjadi pertimbangan seseorang untuk siap melaksanakan ibadah haji.

Biaya haji yang tinggi ternyata tidak menjamin perjalanan ibadah haji menjadi lancar. Banyak kejadian terdahulu yang mendaftar dengan ONH plus dengan biaya dua hingga empat kali lipat dari ONH normal namun juga tidak bisa berangkat sesuai jadwal karena masalah administrasi. Dan masalah administrasi ke imigrasian ini menjadi hal yang sangat penting bagi seorang calon jamaah haji karena menyangkut kelegal-an seseorang melakukan perjalanan ke luar Negeri. Syarat seseorang dapat melakukan perjalanan ke luar negeri harus memiliki pasport dan visa. Tanpa kedua kelengkapan tersebut seseorang tidak dapat melakukan perjalanan ke luar negeri.

Itulah masalah yang terjadi pada musim haji tahun ini. Betapa sedih dan kecewanya calon jamaah haji Indonesia yang sudah sangat siap lahir batin untuk berangkat menunaikan ibadah haji tapi ternyata visa nya belum jadi. Akhirnya gagal berangkat sesuai jadwal yang telah ditentukan. Ini tentu saja diluar rencana dan kuasa manusia. Akan tetapi pemerintah sebagai penyelenggara Haji semestinya mampu mengantisipasi hal ini tidak terjadi. Saya tidak membayangkan bagaimana perasaan calon jamaah haji yang gagal berangkat, bagaimana perasaan keluarga yang telah menghantarkan keluarga mereka dengan untaian doa. Kalau mereka mampu mengembalikan semua takdir kepada Sang Pemilik Takdir mungkin akan terasa sedikit ringan. Jika mereka siap mengihlaskan bahwa semua kejadian adalah takdir terbaik mungkin bisa legowo. Tetapi manusia tetaplah manusia. Yang manusiawi sekali ketika mereka gagal berangkat lalu mereka marah, kecewa bahkan histeris, itu manusiawi.

Semoga kejadian- kejadian seperti ini tidak terulang pada tahun- tahun yang akan datang. Semoga juga penyelenggaraan ibadah haji akan lancar, tertib, aman dan nyaman di tahun- tahun mendatang. Dan semoga juga saya segera mendapat panggilan, mendapat kemudahan untuk segera menunaikan ibadah Haji..Amiin Ya Rabbal A’lamin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s