Kenapa film G 30 S/PKI berhenti ditayangkan?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Masih teringat setiap tanggal 30 September saya dan teman- teman heboh membicarakan film yang akan tayang malam nanti. Sebuah film tentang pemberontakan G 30 S/PKI membuat saya merasa penasaran sekaligus ketakutan. Hawa mencekam sudah mulai terasa sejak matahari terbit. Badan merinding membayangkan film G 30 S/PKI yang kami tunggu- tunggu dengan rasa cemas. Seingat saya sejak  pertama kali menonton film tersebut kelas 3 SD  hingga film tersebut berhenti ditayangkan pada tahun 1998 mungkin hanya satu kali saya menontonnya sampai habis.

Panjangnya film seringkali membuat mata tidak kuat untuk melek sampai film usai. Durasi film selama 4 jam adalah film terpanjang yang pernah saya tonton. Dalam film tersebut juga terdapat adegan- adegan kekerasan yang cenderung sadis sehingga anak- anak merasa ketakutan untuk nonton film tersebut. Akan tetapi fim tersebut sangat berkesan bagi saya sekaligus memberikan pengetahuan betapa sadis para PKI memperlakukan putra- putra terbaik negara ini. Betapa besar perjuangan para pahlawan untuk negara Indonesia dan kita tinggal menikmati dan mengisi kemerdekaan itu sebaik mungkin.

Sekarang film G 30 S/PKI telah menghilang dari peredaran. Kenapa film G 30 S/PKI berhenti tayang?. Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Asvi Warman Adam mengatakan ada cerita di balik distopnya penyiaran film yang mendiskreditkan PKI itu. “Waktu itu ada permintaan dari Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara Republik Indonesia (PP AURI),” kata Asvi saat dihubungi Tempo, Kamis, 27 September 2012.

Tokoh dari angkatan udara saat itu, Marsekal Udara Saleh Basarah menelepon Menteri Pendidikan Juwono Sudarsono dan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah.”Pak Saleh minta supaya film itu tidak diputar lagi,” kata Asvi. Alasannya, lanjut Asvi, sejumlah anggota TNI Angkatan Udara menilai film tersebut mendiskreditkan pangkalan AURI di Halim Perdanakusumah. “Halim PK dianggap sebagai sarang PKI,” kata dia.

Mantan Menteri Pendidikan, Juwono Sudarsono membenarkan adanya hubungan per telepon dengan Saleh Basarah. “Beliau menghubungi saya sekitar bulan Juni-Juli 1998,” kata Juwono, kemarin. Permintaan tersebut, lanjut dia, disampaikan secara lisan saja.

Ada satu sisi yang lepas dari perhatian pemegang kebijakan negara ini dengan tidak ditayangkannya kembali film G 30 S/PKI. Tidak ada lagi yang mengenal PKI dan bagaimana kesadisan mereka di masa itu. Anak muda sekarang lebih tahu tentang terorisme yang di dalangi oleh orang- orang Islam daripada terorisme yang dilakukan oleh kaum komunis. Ketidak pahaman itu membuat anak muda sekarang mudah sekali terpengaruh dengan aliran- aliran komunisme, marksisme, leninisme yang menganggap agama tidaklah penting, agama adalah candu dan ini adalah satu ancaman besar bagi negara ini sebagai negara yang berketuhanan.

Sejarah tidak dapat dihapus dari kehidupan. Karena sejarah adalah latar belakang masa kini dan masa depan. Perlu ada pelurusan sejarah jika memang ada yang tidak benar dengan mencari sumber- sumber sejarah yang akurat. Anak- anak Indonesia juga harus tahu bagaimana negara ini berdiri, seberapa besar perjuangan para pahlawan untuk Indonesia merdeka agar mereka termotivasi untuk sungguh- sungguh mengisi kemerdekaan ini sebaik- baiknya karena kemerdekaan ini telah diperjuangkan dengan darah dan air mata. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s