Hati- hati Memilih Dokter

Terkadang kita menjadi begitu panik ketika melihat anak sakit. Begitu tentunya dengan saya. Apalagi “hasbi” anak kedua saya punya riwayat alergi yang jika batuk pilek kadang juga diikuti dengan nafas yang berat dan tersengal- sengal.

Mungkin banyak yang berfikir anakku terkena asma. Saya pun juga awalnya mengira seperti itu karena ayahnya memang punya riwayat asma. Ditambah lagi satu dokter anak memvonis hasbi menderita asma. diagnosa itu tentu saja berdasarkan hasil lab dan hasil rongent. Banyak pantangan makanan, harus pakai susu soya dan banyak lagi larangan dan anjuran dokter untuk anak asma. sedih mendengarnya.

Pada kesempatan yang lain dengan gejala yang sama saya membawa hasbi ke RS lain dan tentu saja bertemu dengan dokter anak yang lain. Dan hasbi di diagnosa broncopneumonia. Tentu saja saya kalap mendengarnya. saya percaya dokter tersebut memberikan diagnosa juga berdasarkan hasil tes darah dan hasil foto rongent juga. Dari sini saya bingung “yang bener yang mana nih?”

Ternyata ada satu nama yang20150110_141915 saya lupakan dokter Dewa Ugrasena, dokter spesialis anak  yang menangani nadhira anak pertamaku dulu yang juga sempat di diagnosis leukimia. Itulah kenapa kepanikan bisa menghilangkan sebagian ingatan kita. Akhirnya saya membawa semua hasil lab hasbi ke dr. Ugra. dan hasilnya tentu saja membuat saya semakin kaget. Beliau hanya tersenyum sambil geleng- geleng kepala. Saya tanya “bagaimana dok?” sambil membaca hasil- hasil lab hasbi dokter ugra menjawab dengan santai ” ndak ada apa- apa dan tidak ada asma ataupun bronco, sepertinya hasbi ini memang punya alergi tapi belum ke arah asma atau broco”. Sambil menahan sedikit emosi saya bertanya lagi ” lha kalau ndak kenapa- kenapa apa maksud dari diagnosa- diagnosa dokter tersebut dok?. Dengan tenang dr. Ugra menjawab; “mungkin karena ada tanda- tanda ke arah itu dan ada riwayat asma juga di keluarga akhirnya dokter membuat diagnosa seperti itu”. pertanyaan lanjutan saya ” kok bisa seperti itu dokter?” dengan tenang dokter Ugra mejelaskan ” Seorang dokter itu tergantung dengan seberapa banyak jam terbangnya, semakin banyak pengalaman maka dia akan semakin paham tentang gejala- gejala suatu penyakit dan dapat memberikan diagnosa yang lebih tepat”. Akhirnya dr. Ugra memngakhiri sesi konsultasi kami dengan berpesan ” Kalau lain kali pergi ke dokter anak lain karena emergency, tolong bilang kalau hasbi ini pasien saya. Biar dokter tidak sembarangan kasih diagnosa. Karena kebetulan dr. Ugra saat ini adalah ketua Ikatan Dokter Anak Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s