Kemaren waktu berangkat kerja dan melewati gedung DBL saya melihat keramaian disana. dan setelat saya baca2 banner di gedung tersebut baru saya tahu ternyata ada pameran SBI (Sekolah Berstandart Internasional).
Saya sendiri kurang begitu paham apa itu SBI. yang saya tahu dalam kelas SBI menggunakan bahasa Inggris dalam menyampaikan materinya. Masuknya dengan tes khusus. Bayarnya beda dengan kelas reguler. Ada yang bilang SBI kelasnya anak pinter dan berduit. Benarkah?
Saya juga pernah membaca bahwa tujuan awal didirikan SBI adalah untuk menyiapkan siswa yang ingin melanjutkan sekolah atau kuliah ke Luar Negeri. Tapi apakah semua lulusan SBI melanjutkan ke LN?
Pengertian saya tentang SBI yang minim dan pengamatan saya tentang pendidikan saat ini. ada pertanyaan besar “efektifkah SBI?” Sebenarnya SBI bener2 pada tujuan awal atau hanya komersialisasi pendidikan yang terselubung?
Kalau ada pembaca yang sangat paham tentang tujuan didirikannya SBI tolong beri tahu saya, kenapa SBI begitu dibanggakan dalam pendidikan kita. apa gak ada yang lebih penting dari SBI?
Ditulis dalam Pendidikan | yang berkaitan SBI | Leave a Comment »
Agak telat seh buat ngomongin FB, tapi baru sekarang saya tertarik untuk joint. Bukan karena saya ketinggalan tapi pas awal-awal muncul FB saya lagi males-malesnya nge-net termasuk update blog, makanya vacum sampek beberapa bulan. Di tempat kerja terbatas, di rumah dah capek n sibuk sama anak. Eh.. gak taunya hampir teman sekantor pada face book-an, akhirnya kena deh virusnya,hee…
Biasanya pas nemenin nadhira tidur saya ikutan tidur juga, sekarang setelah nadhira merem… buka deh FB nya.. mudah2an sengat lagi nulis di blog juga ya…
Ditulis dalam Bebas ekspresi | yang berkaitan Face Book | Leave a Comment »
Lama banget gak nulis-nulis di blog ini…
Banyak hal yang berubah, 2 tahun sudah putriku Nadhira 3 mei kemaren. Bersamaan di hari itu juga telah meninggal bapak tersayang… Inna lillahi wa inna ilaihi Roji’un…
Mohon do’anya semoga diampuni segala dosa-dosa bapak dan diterima semua amal ibadahnya…
Ditulis dalam Bebas ekspresi | Leave a Comment »
J Desember 2008 oleh arifah
Terkadang saya membayangkan seandainya saya tumbuh dewasa tanpa seorang ibu. Mungkin saya tidak akan seperti sekarang.
Dulu, saya memang tidak terlalu dekat sama ibu. Saya ingat sekali masa kecil saya jauh dari figur seorang ibu. Karena saya sangat dekat dengan bapak. Dan sebaliknya jauh sekali dari ibu. Sampai sekarang saya hampir gak ingat pengalaman masa kecil yang berkesan bersama ibu. Yang saya ingat masa kecil saya adalah tentang bapak. Entah mengapa kok sampai seperti itu. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Perempuan | Leave a Comment »
J Desember 2008 oleh arifah
Mungkin akhir-akhir ini saya kurang begitu mengikuti perkembangan pendidikan kita. Yah, sebuah alasan klasik sibuk atau memang saya sudah terkena virus apatis dengan apa yang terjadi di sekitar kita, kalo yang ini naudzubillah deh…karena saya masih selalu ingin punya hati nurani dan rasa empati yang tinggi…
Kemaren saya lihat berita di tv tentang demo mahasiswa di beberapa daerah yang menentang pengesahan Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP) menjadi
UU.
UU BHP terdiri atas 69 pasal. Pasal yang dipermasalahkan yakni pasal 41 ayat 7 dan 8. Pada ayat 7 disebutkan, “peserta didik yang ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan harus menanggung biaya tersebut sesuai dengan kemampuan peserta didik, orang tua, atau pihak yang bertanggung jawab membiayainya”.
Kemudian, ayat 8 berbunyi, “biaya penyelenggaraan pendidikan sebagaimana dimaksud ayat 7, yang ditanggung oleh seluruh peserta didik dalam pendanaan pendidikan menengah berstandar pelayanan minimal untuk mencapai standar nasional pendidikan pada Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP) atau Badan Hukum Pendidikan Pemerintah Daerah (BHPPD), paling banyak sepertiga dari biaya operasional”.
Dari dua pasal diatas saya melihat adanya pembebanan biaya pendidikan kepada siswa/mahasiswa. Dan itu akan memberatkan orang tua siswa/mahasiswa.
Kalau pendidikan kita seperti ini, trus kapan seluruh rakyat indonesia bisa mendapatkan pendidikan dengan baik. Akhirnya yang akan terjadi siapa yang punya uang bisa sekolah yang gak punya? gak boleh sekolah?
Mungkin untuk pendidikan dasar dan menengah bisa sekolah bebas SPP di sekolah negeri yang terbatas jumlah dan daya tampungnya. Trus kalo mau kuliah, apa ada perguruan tinggi negeri yang gratis? sekarang saja rata-rata SPP/ semester di PTN 1,5 juta. Lalu yang gak mampu bagaimana?
Kenapa pemerintah ini semakin lama semakin menyiksa rakyat? Kalau negara ini mau maju, berikan pendidikan murah atau bahkan gratis untuk rakyat kita.
Ditulis dalam Pendidikan | yang berkaitan Pendidikan, UU BPH | Leave a Comment »
J Desember 2008 oleh arifah
Hampir 2 bulan saya gak pernah ngisi di blog ini. boro-boro ngisi blog…lha wong bula internet aja nggak.. maklum saya bekerja di bagian pelayanan dan saya baru saja pindah bagian karena menggantikan teman yang hamil tua. dan disini gak ada fasilitas internet-nya.
Kebetulan kmaren ada tambahan komputer trus saya minta bagian IT nya untuk kasih akses internet dan alhamdulillah dikabulkan…
mudah-mudahan pemberian fasilitas ini nambah manfaat buat saya dan teman-teman di bagian ini. Amiin..
Ditulis dalam Bebas ekspresi | Leave a Comment »
J Oktober 2008 oleh arifah
Hari minggu Aryo masih bermain bersama nadhira, karena tempat tinggal kita saling bersebelahan. Jadi mulai bangun tidur nadhira sudah bermain bersama teman kecilnya aryo sambil menunggu air panas untuk mandi. Lanjut Baca »
Ditulis dalam nadhira | yang berkaitan kematian, teman bermain | 2 Komentar »
J Oktober 2008 oleh arifah
Selepas jogging mengelilingi kompleks tempat tinggalnya, andy mengeluarkan mobilnya yang baru dari garasi. Sebuah sedan sporty buatan Eropa yang sejak lama di idam-idamkan. Beberapa saat kemudian ia masuk rumah untuk ganti pakaian. alangkah kagetnya ketika keluar lagi tampak teddy anaknya yang baru berumur lima tahun asyik mencoret-coret body mobil itu dengan penggaris. Mobil yang mulus itupun beret-beret. Melihat itu andy kehilangan akal sehatnya. tangan si kecil dipukul berkali-kali dengan penggaris yang ada.
Minggu yang cerah seketika berubah jadi neraka bagi keluarga muda ini. Sang bocah menjerit-jerit kesakitan mendapat hukuman dari ayahnya. Sang mama yang lagi asyik du dapur tergopoh-gopoh ke depan, histeris melihat tangan teddy berlumuran darah. Sementara sang ayah terlihat bengong tak tak menyadari apa yang sudah terjadi.
Singkat cerita, teddy lalu dibawa ke Rumah sakit. Meski dokter berusaha semaksimal mungkin mengobati jari si bocah, akhirnya gagal sehingga jari itu harus diamputasi.
Setelah siuman dari operasi, teddy heran melihat jari telunjuknya tak tampak. wajahnya yang tanpa dosa menatap sang ayah disisi tempat tidurnya, “yah, maafkan teddy ya soal mobil itu,” ujarnya lirih,”tapi kapan ya yah jari teddy tumbuh lagi?”
Menyaksikan anak yang dicintainya merintih seperti itu, hati andy terasa diremas pilu. Digayuti perasaan bersalah, ia sampai menderita depresi berat.
Terlalu sering kita gagal menyadari perbedaan antara orang dan tindakannya. Manusia bisa salah. Namun tindakan yang kita lakukan dalam kemarahan akan menghantui hidup selamanya.
Austin O’Malley, seorang dokter kejiwaan merika serikat yang tersohor dengan bukunya Keystones of Tought pernah mengatakan, “Jikalau bergaul dengan anak-anak, janganlah sampai kehilangan akal. Duduklah di lantai bersama mereka.” Anak-anak dilahirkan tidak hanya untuk kita didik dan besarkan, melainkan juga untuk mendidik dan menguji kita sebagai orang tua.
Mobil rusak bisa diperbaiki, tapi tulang patah dan hati terluka sulit disembuhkan.
(diambil dari kolom Lentera majalah Intisari edisi oktober 2008)
Ditulis dalam Pendidikan, nadhira | yang berkaitan pendidikan anak | Leave a Comment »
J September 2008 oleh arifah
Hari ini terakhir kerja sebelum liburan menjelang Lebaran… Saya sudah merasakan hawa idhul fitri yang kurang 5 hari lagi. Dan yang lebih seru acara mudik semakin dekat… Lanjut Baca »
Ditulis dalam Bebas ekspresi | yang berkaitan idhul fitri, lebaran, mudik | Leave a Comment »
J September 2008 oleh arifah
Suatu waktu saya dan suami harus pulang ke Ponorogo karena bapak saya masuk Rumah sakit. Kami memutuskan naik sepeda motor. Biar lebih cepat sampai tujuan denga biaya yang murah. Sampai di perbatasan nganjuk-madiun (tidak ada rumah penduduk disana) kami mengalami kecelakaan, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un… Lanjut Baca »
Ditulis dalam Siraman Rohani... | yang berkaitan alhamdulillah, bersyukur, kecelakaan | 3 Komentar »