Sebuah perjalanan…

arifah

  • 03:53:59 am on Januari 22, 2008 | # | 2

    Seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelepon
    orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang mendengar bahwa anaknya
    telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang ke rumah.
    pemuda itupun sudah tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali
    dengan keluarganya setelah berbulan bulan lamanya ia harus berada di
    negara lain untuk berperang.

    Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya
    untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagipula mereka
    masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak akan
    begitu merepotkan. ” tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu
    lengan dan satu kaki saja “. Demikian si pemuda itu memberi penjelasan
    agar orangtuanya tidak terkejut nantinya.

    Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi
    penjelasan pada putranya, “Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke
    panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala
    keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. kami
    sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Dimana
    kamu tinggal sekarang?”. mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu
    memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.

    Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan
    kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya
    lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya,betapa hancur hati mereka
    mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu
    Kaki.

    Seringkali kita lupa bahwa mengasihi adalah menerima diri orang lain
    SEUTUHNYA tanpa syarat.

    Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mapan
    dengan pekerjaan yang menjanjikan.

    Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fisik
    seperti apapun.

    Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun
    kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurannya.

    Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan
    orangtua yang sempurna.

    MENGASIHI ADALAH MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA.

    (Diambil dari milist Tentang Pernikahan)

     

Comments

  • muhammad sadirin,spd. 3:31 pm on J April 2009 | # | Balas

    memang sulit sekali menerima sesuatu yang tdk sesuai harapan, kita sebagai hamba Allah….

    haruslah yakin bahwa…pemberian adalah anugerah yang harus kita terima apa adanya, dan haruslah dipelihara, karena rezeki apapun itu adalah amanah Allah yang perlu kita syukuri,………………meskipun terkadang, dalam perjalanan ..realita itu…beda……namun itulah ujian……


Leave a Comment